Bangun Mimpi dengan Passion, Gelaran Smong Box ke-6 Seru

BANDA ACEH – Yang paling dinanti saat gelaran Smong Box selain edukasi kebencanaan dan mengenal benda-benda peninggalan di Museum Tsunami, tak lain adalah kelas inspirasi.

Kali ini, giliran pelajar SMPN 1 dan SMPN 12 Banda Aceh bersama guru pendamping yang mengikuti Smong Box, Kamis (24/10/2019).

Armila Yanti dan Nas selaku staf UPTD Museum Tsunami Aceh menjadi pemandu smong box edisi ke-6.

Suasana interaktif begitu terlihat dari awal briefing hingga berlanjut saat tour museum. Tidak ketinggalan, lokasi pameran temporer BARAK 9.1 juga dikunjungi oleh peserta kali ini.

Dikelas Inspirasi sendiri menghadirkan narasumber dari kalangan akademis, yakni dosen psikologi Universitas Malikussaleh, Nursan Junita yang mengangkat tema “Build Your Dream with Passion”.

“Saya rasa ini kegiatan yang sangat positif bagi generasi muda, mereka jadi punya gambaran hal-hal yang berkaitan dengan namanya kebencanaan, jadi ini juga membangun kesadaran bagi anak-anak untuk aware dengan sekitarnya dan juga kondisi-kondisi yang memang Aceh itu rentan dengan bencana,” ujarnya usai memberikan kelas.

Dengan adanya edukasi seperti ini, kata Nursan, bisa membantu anak-anak paling tidak mempersiapkan diri mereka dan mengantisipasi kondisi-kondisi yang akan terjadi jika ada bencana terjadi.

“Ini yang pertama kali saya berpartisipasi, berkontribusi di acara Smong Box ini, dan bagi saya luar biasa, menjadi satu penghargaan buat saya menjadi bagian perubahan bagi generasi kita,” sebut dosen dari Fakultas Kedokteran tersebut.

Ditanya terkait keberadaan program Smong Box, Nursan juga memberikan apresiasi atas ide out of the box ini.

“Idenya ibu Hafni sebagai koordinator Museum Tsunami ini luar biasa, bisa disinergikan untuk pelajar yang mungkin orang tidak pernah terpikirkan melakukan aktivitas seperti ini kepada anak-anak terutama remaja,” ungkap Nursan.

Hal ini bisa menginspirasi, sebut Nursan, bukan hanya Aceh dan sekitarnya tapi bisa diluar Aceh, karena bencana itu bisa terjadi dimana-mana bukan hanya di Aceh saja, dan bisa menjadi model pembelajaran contoh daripada proses edukasi terhadap kebencanaan yang bisa diikuti oleh Museum-museum di Aceh dan kemudian kita punya target untuk di ikuti diseluruh museum-museum di luar Aceh.

Antusias anak-anak pelajar Smong Box, tambah Nursan, sangar interaksi dan responsif saat mengajukan pertanyaan. Terlebih lagi mereka harus terus dilatih dan diasah skilnya agar lebih percaya diri.

“Semoga itu bisa berproses terutama dengan bantuan para guru, karena guru juga turut hadir disini sehingga bisa memotivasi guru, ada skill-skill dan soft skill yang harus di improve atau juga museum bisa menjadi salah satu mediator untuk membangun soft skill bagi generasi muda,” harap Nursan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *